...WELCOME TO GEREJA RDEMPTOR MUNDI...WELCOME TO GEREJA REDEMPTOR MUNDI...WELCOME TO GEREJA REDEMPTOR MUNDI...WELCOME TO GEREJA REDEMPTOR MUNDI...WELCOME TO GEREJA REDEMPTOR MUNDI...

Kamis, 30 September 2010

Doa Arah Dasar Keuskupan Surabaya 2010-2019

DOA ARAH DASAR KEUSKUPAN SURABAYA 2010-2019
(Tahun 2010 sebagai Tahun Keluarga dan Tahun Habitus Baru Hidup Menggereja)

Bapa yang Maha Pengasih dan Pemurah,
kami bersyukur kepada-Mu
atas anugerah iman dan persekutuan
yang membentuk dan meneguhkan
Gereja-Mu yang kudus

Kami bersyukur atas kedatangan Putera-Mu
yang membawa kehidupan sejati bagi semua orang,
melalui sabdaNya,
"Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup,
dan mempunyainya dalam segala kelimpahan".

Kami bersyukur atas penyertaan Roh Kudus
yang menjaga dan menuntun kami,
teristimewa atas karunia terang, kegembiraan
dan kerjasama, dalam ikhtiar kami untuk
menemukan kehendak-Mu
bagi kehidupan menggereja di Keuskupan Surabaya

Bimbinglah kami untuk mampu mewujudkan
Gereja Keuskupan Surabaya
sebagai persekutuan murid-murid Kristus
yang semakin dewasa dalam iman,
guyub, penuh pelayanan dan misioner.

Kuatlah kami agar mampu melaksanakan
saetiap prioritas progam dalam semua bidang
pastoral secara utuh dan dalam semangat yang tepat.

Bantulah kami semua untuk menemukan
kehendak-Mu sendiri dalam panduan hidup
menggereja ini.

Bantulah kami semua untuk mengalami
peneguhan akan jati diri kami sebagai persekutuan.

Bantulah kami semua untuk makin berani melibatkan
diri dalam upaya mengembangkan persekutuan
yang amat dirindukan oleh dunia dewasa ini

Dalam Tahun Keluarga dan Habitus Baru Hidup
Menggereja ini, kami berdoa, semoga semua
keluarga di Keuskupan Surabaya,
menemukan indahnya ketulusan
dalam berkomunikasi dan melayani
serta betapa berharganya kehadiran
setiap pribadi dalam keluarga.
Kami berdoa pula, semoga segenap perangkat pastoral,
makin memiliki kerendahan hati
dan memancarkan niat suci untuk melayani.

Sambil memohon perlindungan
dan penyertaan Bunda Maria sebagai
Bunda Gereja, kami hunjukkan syukur dan
pengharapan kami kepada-Mu,
melalui Yesus Kristus, Putera-Mu,
Tuhan dan Pengantara kami.
Amin.

Rabu, 07 Juli 2010

Tahun 2010 : Tahun Keluarga Dan Habitus Baru Hidup Menggereja

TAHUN 2010 : TAHUN KELUARGA DAN HABITUS BARU HIDUP MENGGEREJA

BIDANG PASTORAL
"RUMUSAN PELAKSANAAN"
"PIJAKAN & MOTIVASI YANG DIHAYATI"
1. KELUARGA
1. Pengembangan kuantitas dan kualitas orang yang terlibat dalam pastoral keluarga
1. Ketulusan dalam berkomunikasi dan melayani

2. Peningkatan kuantitas dan kualitas pertemuan keluarga
2. Kehadiran setiap pribadi anggota keluarga adalah sungguh berharga
2. HABITUS BARU HIDUP MENGGEREJA
1. Pengembangan kuantitas dan kualitas orang yang terlibat dalam pastoral-pastoral
1. Kerendahan hati sebagai perangkat pastoral

2. Pengelolaan administrasi (tata usaha kantor) paroki yang maikn intensif
2. Demi melayani (ad-ministrare)

Minggu, 27 Juni 2010

Ia Menghendaki Kelembutan

Perayaan Ekaristi Hari Minggu Biasa XIII Minggu 27 Juni 2010

Ketika Yakobus dan Yohanes meminta kepada Yesus, agar mengizinkan mereka menyuruh api turun dari langit untuk membinasakan orang Samaria, Ia berpaling dan menegur mereka. Alasan permintaan Yakobus dan Yohanes itu, bertolak dari perasaan sakit hati dan kecewa karena orang Samaria tidak mau menerima Yesus yang sedang berjalan menuju Yerusalem tetapi melalui Samaria.

Teguran Yesus kepada Yakobus dan Yohanes, secara tidak langsung menunjukan sikap Yesus yang tidak setuju dengan prinsip kekerasan dibalas dengan kekerasan. Atau penolakan dibalas dengan kutukan. Yesus konsisten dengan pronsip dasar ajaran-Nya tentang Cinta Kasih. Yesus ingin meletakan pengertian dasar, bahwa cinta kasih adalah daya atau kekuatan yang dapat meredam segala bentuk kehidupan yang ditopang oleh keculasan, kekerasan, kebencian dan permusuhan. Yesus meletakan prinsip dasar ini untukl dipegang teguh. Ternyata prinsip ini tetap aktual dan relevan dari waktu ke waktu.

Tetapi prinsip dasar ini nampaknya perlahan mengalami "kelunturan". Dunia kita saat ini lebih banyak diwarnai dengan pertikaian, permusuhan dan kekerasan. Dunia kita yang telah memiliki peradaban maju ternyata juga dibarengi dengan berbagai persoalan yang bersumber dari suasana hati yang penuh dendam, iri hati dan persaingan tidak sehat yang menyebabkan orang mencari dan menempuh jalan pintas (korupsi, mencuri, membunuh dll) untuk memuaskan nafsu memiliki yang meluap-luap.

Sebagai pengikut Yesus, kita tentu mempunyai kesadaran luhur untuk menghargai warisan mulia yang ditinggalkan-Nya untuk kita yakni: Kerelaan untuk memaafkan dan mengampuni orang yang bersalah atau orang yang menjadi musuh kita. Hanya dengan cara demikian kita akan mampu menciptakan suasana hidup yang aman dan damai diantara kita.

Pastor Frietz Meko, SVD, Vikep Biarawan-Biarawati tinggal di SOVERDI Surabaya

Sabtu, 19 Juni 2010

Pesan Bapa Suci Benediktus XVI Pada Hari Komunikasi Sedunia Ke-44

PESAN BAPA SUCI BENEDIKTUS XVI PADA HARI KOMUNIKASI SEDUNIA ke-44 16 MEI 2010

Imam dan Pelayanan Pastoral di Dunia Digital: Media Baru demi Pelayanan Sabda

Saudara dan Saudariku Terkasih,
1. Tema Hari Komunikasi Sedunia tahun ini – Imam dan Pelayanan Pastoral di Dunia Digital: Media Baru demi Pelayanan Sabda – disampaikan bertepatan dengan perayaan Gereja tentang Tahun Imam. Tema ini memusatkan perhatian pada komunikasi digital, suatu bidang pastoral yang peka dan penting, yang memberikan kemungkinan baru bagi para imam dalam menunaikan pelayanan kegembalaannya demi dan untuk Sabda. Berbagai komunitas Gereja sebenarnya telah menggunakan media modern untuk mengembangkan komunikasi, melibatkan diri dalam masyarakat serta mendorong dialog pada tingkat yang lebih luas. Akan tetapi penyebarannya yang tak terbendung serta dampak sosial yang besar pada jaman kini, media itu semakin menjadi penting bagi pelayanan imam yang berhasilguna.

2. Tugas utama semua imam adalah mewartakan Yesus Kristus, Sabda Allah yang inkarnasi dan mengkomunikasi rahmat penyelamatan-Nya melalui sakramen-sakramen. Dihimpun dan dipanggil oleh Sabda, Gereja menjadi tanda dan sarana persekutuan yang Allah ciptakan dengan semua orang. Setiap imam dipanggil untuk membangun persekutuan dalam Kristus dan bersama Kristus. Disinilah terletak martabat yang luhur dan indah perutusan seorang imam, yang secara istimewa menjawabi tantangan yang ditampilkan oleh Rasul Paulus: 'Barangsiapa yang percaya kepada Dia, tidak akan dipermalukan.'...Sebab barangsiapa yang berseru kepada nama Tuhan, akan diselamatkan. Tetapi bagaimana mereka dapat berseru kepada-Nya jika mereka tidak percaya kepada Dia? Dan bagaimana mereka dapat percaya kepada Dia jika mereka tidak mendengarkan tentang Dia? Bagaimana mereka mendengarkan tentang Dia jika tidak ada yang memberitakan-Nya? Dan bagaimana mereka dapat memberitakan-Nya jika mereka tidak diutus? (Rom 10:11, 13-15).

3. Menggunakan tekonologi komunikasi baru merupakan hal yang perlu dilakukan dalam menjawab secara tepat tantangan-tantangan yang dirasakan kaum muda di tengah pergeseran budaya masa kini. Dunia komunikasi digital dengan kemampuan ekspresi yang nyaris tak terbatas mendorong kita untuk mengakui apa yang disampaikan oleh St.Paulus: 'celakalah aku jika aku tidak mewarta*kan Injil’ (1Kor 9:16). Kemudahan mendapatkan teknologi baru yang kian berkembang menuntut tanggungjawab yang lebih besar dari orang-orang terpanggil untuk mewartakan Injil serta termotivasi, terarah dan efisien menunaikan usaha-usaha mereka.
Para imam berada di ambang 'era baru': karena semakin intensifnya relasi lintas batas yang dibentuk oleh pengaruh media komunikasi, demikian pula para imam dipanggil untuk memberikan jawaban pastoral dengan menempatkan media secara berdaya guna demi pelayanan Sabda.

4. Penyebaran komunikasi multimedia dengan ragam 'menu pilihan' tidak dimaksudkan untuk sekadar menghadirkan para imam di internet atau sekadar menjadikan internet ruang untuk diisi. Para imam diharapkan menjadi saksi setia terhadap Injil di dalam dunia komunikasi digital dengan menunaikan perannya sebagai pemimpin-pemimpin komunitas yang terus menerus mengungkapkan dirinya dengan 'suara yang berbeda' yang dihadirkan oleh pasaraya digital. Dengan demikian, para imam ditantang untuk mewartakan Injil dengan menggunakan generasi teknologi audiovisual yang paling mutakhir (gambar, video, fitur animasi,blog dan website) berdampingan dengan media tradisional dapat membuka wawasan baru dan luas demi dialog evangelisasi dan katekese.

5. Dengan menggunakan teknologi komunikasi baru, para imam dapat memperkenalkan kehidupan menggereja kepada umat dan membantu orang-orang jaman sekarang menemukan wajah Kristus. Hal ini akan dicapai dengan baik apabila mereka belajar -sejak dari masa pembinaan mereka- bagaimana memanfaatkan teknologi komunikasi secara kompeten dan cocok dengan pemahaman teologis yang mendalam dan spiritualitas imam yang kokoh, berakar pada dialog terus menerus dengan Tuhan. Dalam dunia komunikasi digital, para imam -lebih dari sekadar sebagai ahli media- seharusnya mengungkapkan kedekatannya dengan Kristus untuk memberikan 'jiwa' baik bagi pelayanan pastoralnya maupun bagi aliran komunikasi internet yang tak terbendung.

6. Kasih Allah kepada semua orang dalam Kristus mesti diungkapkan dalam dunia digital bukan sekadar sebagai benda purba atau teori orang terpelajar tetapi sebagai sesuatu yang sungguh nyata, hadir dan melibatkan diri. Oleh karena itu, kehadiran pastoral kita di dalam dunia yang demikian harus bermanfaat untuk memperkenalkan orang-orang pada jaman sekarang teristimewa mereka yang mengalami ketidakpastian dan kebingungan, 'bahwa Allah itu dekat, bahwa di dalam Kristus kita semua saling memiliki' (Benediktus XVI, Address to the Roman Curia,21 December 2009)

7. Siapakah yang lebih baik dari seorang imam, yang sebagai abdi Allah dan melalui kemampuannya di bidang teknologi digital dapat mengembangkan dan menunaikan pelayanan pastoralnya, menghadirkan Allah secara nyata di dunia jaman sekarang dan menampakkan kebijaksanaan rohani masa lampau sebagai harta yang mengilhami usaha kita untuk hidup layak dimasa kini sambil membangun masa depan yang lebih baik? Kaum laki-laki dan perempuan religius yang bekerja di bidang media komunikasi memiliki tangggjawab istimewa untuk membuka pintu bagi berbagai pendekatan baru, mempertahankan mutu interaksi manusia, menunjukkan perhatiannya bagi individu serta kebutuhan rohaninya yang sejati. Dengan demikian, mereka dapat menolong kaum laki-laki dan perempuan pada jaman digital ini untuk merasakan kehadiran Tuhan, menumbuhkan kerinduan dan harapan serta mendekatkan diri pada Sabda Allah yang menganugrahkan keselamatan dan membangun manusia secara utuh. Dengan demikian, Sabda Allah dapat berjalan melintasi berbagai persimpangan yang tercipta oleh simpangsiurnya aneka ragam 'jalan tol' yang membentuk 'ruang maya' dan menunjukkan bahwa Allah memiliki tempat-Nya yang tepat pada setiap jaman, termasuk di jaman kita ini. Berkat media komunikasi baru, Tuhan dapat menapaki jalan-jalan perkotaan kita sambil berhenti di depan ambang rumah dan hati kita dan mengatakan lagi: Lihatlah, Aku berdiri de depan pintu dan mengetuk, Jika ada yang mendengar suaraku dan membukakan pintu, Aku akan masuk ke dalam rumahnya dan makan bersama dia dan dia bersama aku" (Why.3:20)

8. Dalam Pesan tahun lalu, saya telah mendorong para pemimpin di dunia komunikasi untuk memajukan budaya menghormati demi nilai dan martabat manusia. Ini merupakan salah satu cara dimana Gereja dipanggil untuk menunaikan 'pelayanan terhadap budaya-budaya' di 'benua digital' jaman sekarang. Dengan Injil di tangan dan di hati, kita mesti menegaskan lagi tentang perlunya mempersiapkan cara mengantar orang kepada Sabda Allah sambil memberikan perhatian kepada mereka untuk terus mencari bahkan kita harus mendorong pencarian mereka sebagai langkah awal evangelisasi. Kehadiran pastoral di dunia komunikasi digital justru mengantar kita untuk berkontak dengan penganut agama lain, dengan orang-orang tak beriman dan orang-orang dari berbagai budaya, menuntut kepekaan terhadap orang yang tidak percaya, putus asa dan yang memiliki kerinduan mendalam dan tak terungkapkan akan kebenaran abadi dan mutlak, Demikianlah seperti yang diramalkan oleh Nabi Yesaya tentang sebuah rumah doa bagi segala bangsa (bdk Yes 56:7), dapatkah kita tidak melihat internet sebagai ruang yang diberikan kepada kita -semacam 'pelataran bagi orang-orang bukan Yahudi' di Bait Allah Yerusalem- yakni mereka yang belum mengenal Allah?

9. Perkembangan dunia digital dan teknologi baru merupakan sumber daya yang besar bagi manusia secara keseluruhan dan setiap individu sebagai daya dorong untuk perjumpaan dan dialog. Akan tetapi perkembangan ini juga memberikan peluang besar bagi orang beriman. Tidak ada pintu yang dapat dan harus ditutup bagi setiap orang yang atas nama Kristus yang bangkit, memiliki komitmen untuk semakin mendekatkan diri kepada orang lain. Secara khusus bagi para imam, media baru ini memberikan kemungkinan pastoral yang baru dan kaya, mendorong mereka untuk melibatkan diri ke dalam universalitas perutusan Gereja, membangun persahabatan yang luas dan konkrit serta memberikan kesaksian di dunia jaman kini tentang hidup baru yang berasal dari mendengar Injil Yesus, Putra Abadi yang datang demi keselamatan kita. Seiring dengan itu, para imam mestinya mengingat bahwa keberhasilan utama dari pelayanan mereka datang dari Kristus sendiri, yang ditemukan dan didengar dalam doa, diwartakan dalam kotbah dan dihidupi lewat kesaksian; dan diketahui, dicinta dan dirayakan dalam sakramen-sakramen, khususnya sakramen ekaristi dan rekonsiliasi.

Untuk para imamku yang terkasih, sekali lagi saya mendorong anda untuk memanfaatkan kesempatan-kesempatan unik yang disumbangkan oleh komunikasi modern. Semoga Tuhan menjadikan kalian bentara-bentara Injil yang bersemangat di 'ruang publik' baru media dewasa ini.

Dengan penuh keyakinan, saya memohonkan perlindungan Bunda Maria dan Santo Yohanes Maria Vianey (Pastor dari Ars, Pelindung para imam) dan dengan penuh kasih saya memberikan kepada Anda sekalian berkat apostolikku.

Vatikan, 24 Januari 2010, Pesta Santo Fransiskus de Sales.
Paus Benediktus XVI

Photo


Jadwal Misa

Jadwal Misa Gereja Katolik Redemptor Mundi
Jln. Dukuh Kupang Barat I/7
Telp. 031 5674137, 5623013
SURABAYA

Sabtu:
1. Pkl. 18.00 WIB
Minggu:
1. Pkl. 06.30 WIB
2. Pkl. 10.00 WIB (Bhs. Inggris)
3. Pkl. 17.00 WIB*)
Harian:
1. Pkl. 05.30 WIB
2. Jumat I, pkl. 05.30 WIB dan pkl. 18.00 WIB
*) Khusus untuk Minggu ke-5, Misa Kudus bernuansa Jawa

Disclaimer

Diperkenankan untuk mengutip sebagian atau seluruhnya isi materi dengan mencantumkan sumber http://www.gereja-redemptormundi.blogspot.com

 
Cheap Web Hosting | Top Web Host | Great HTML Templates from easytemplates.com.